Sebab-sebab penghambat rezeki || by Shoviana
Penghambat Rezeki

sobat, pernah gak berfikir, kalian sudah berusaha bekerja keras namun rezeki itu terasa sulit mengalir, ternyata ini nih penyebab menghambatnya aliran rezeki..
ayooo....!!! cekidot !!
Penghambat - Penghambat Aliran Rezeki
Sesungguhnya pada diri setiap manusia,
telah ditetapkan bagi mereka rezekinya sejak roh ditiupkan pertama kali
ke dalam kandungan ibu. Bermacam-macam tingkatan rezeki setiap manusia.
Namun demikian, bukan berarti tidak bisa berubah karena walau
bagaimanapun itu adalah hak prerogatif Allah SWT.
Rezeki yang dituliskan tersebut bisa
diibaratkan 1 botol aqua yang penuh berisi air. Ketika itu habis maka
habislah usia manusia hidup di dunia ini. Sebagaimana telah disebutkan
sebelumnya bahwa rezeki telah ditetapkan, hanya tinggal bagaimana cara kita meraihnya.
Anda mau meraihnya dengan jalan halal penuh berkah, ataupun dengan
jalan haram yang pasti sudah ada jaminan rezeki untuk kita semua. Maka
tidak salah jika AA Gym, Ust. Mansur, dll, lebih suka mengatakan menjemput rezeki daripada mencari rezeki.
Beberapa dari kita mungkin meras, kok ya
rezeki saya rasanya seret banget. Usaha ini itu, tidak juga membuahkan
hasil Pokoknya serba sulit deh. Jika itu terjadi, maka kita perlu
introspeksi diri. Jangan-jangan ada hal-hal yang membuat rezeki kita
ditahan oleh Allah hingga sampai akhir hayat pun kita hidup
berkesusahan. Nah, ada 5 hal yang menjadi penghambat rezeki kita yaitu
….
1. Hilangnya Rasa Tawakkal Kepada Allah
Kadangkala ketika rezeki kita mulai
mengalir, ada rasa bangga dalam diri. Seolah-olah kita merasa bahwa ini
semua adalah hasil dari kerja keras dan semangat pantang menyerah yang
ada dalam diri kita. Kita merasa super hebat dan luar biasa. Kita lupa
bahwa kesemuanya itu tidak terlepas dari faktor “x” yaitu Maha Pemurah
dan Pengasihnya Allah.
Ketika itu terjadi, maka bersiaplah
karena itu adalah titik balik dari tanjakan kesuksesan kita. Dan itulah
titik balik dimana kita bukannya naik malah terus meluncur ke bawah.
Bukankah Allah sudah berfirman “… Aku adalah seperti prasangka
hambaku…”. Maka, pada saat kita berpongah-pongah ria dan lupa kepadaNya,
maka Dia akan menganggap kita tidak membutuhkannya lagi. Disaat itulah
Allah berpaling dari kita dan mencabut faktor “x” yang sebetulnya banyak
mendominasi keberhasilan usaha kita.
2. Terlalu Banyak Dosa
Terlalu banyak dosa akan membuat hati
kita tertutup debu. Memupuskan setiap doa yang dipanjatkan ke langit.
Bahkan ada seorang Syekh terkenal yang mengatakan bahwa penutup dari
pintu rezeki adalah dosa yang terlampau banyak. Sedangkan pembukanya
adalah taubat. Jadi kalau Anda merasa rezeki seret, cobalah bercermin
dosa apa saja yang sudah Anda perbuat selama ini.
Allah itu adil. Siapa yang berusaha maka
pasti akan diberikan hasil. Ada hukum tanam benih tuai hasil. Selama
kita usaha, ada hasil dibalik semua itu. Kalau kita tekun pasti
berhasil. Tapi kalau tidak berhasil, dosa apa coba yang ada dalam diri
kita. Jadi segeralah bertaubat. Saya pikir itu wajar dan bisa
dianalogikan dengan mudah. Bayangkan saja Anda adalah karyawan di sebuah
perusahaan. Kira-kira kalau perilaku Anda tidak baik, kerjaan ngga
pernah beres, mudah dapet promosi kenaikan jabatan ngga? Kira-kira
atasan melirik Anda ngga ntuk dinaikkan jabatannya? Apalagi Allah yang
punya kuasa menaik turunkan rezeki dan kedudukan kita.
3. Berbuat Maksiat dalam Mencari Nafkah
Jaman sekarang jujur itu susah, orang
yang ngga jujur aja kadang masih susah dapet duit. Akhirnya mark up sana
mark up sini. Demi mencari uang melimpah. Sikut sana sikut sini, kalau
perlu pakai dukun atau sewa orang untuk melakukan hal yang tidak-tidak.
Ini terang-terangan membuat rezeki kita ditahan oleh Allah. Andaikata
kita merasa dapat banyak duit itu semua tidak berkah. Dan ciri-ciri
harta yang tidak berkah diantaranya :
Sering dibelanjakan untuk hal yang sifatnya sia-sia belaka. Tidak
banyak mendatangkan manfaat, baik dirinya maupun orang lain dan
lingkungan sekitarnya.
Sering dilanda penyakit, baik itu penyakit lahir maupun penyakit batin (iri, dengki, dll)
Sulit sekali hatinya tergerak untuk membelanjakan harta berlebih
tersebut di jalan Allah. Padahal di setiap harta kita, ada hak orang
lain yang mesti diberikan.
4. Dalam Bekerja Sering Melupakan Allah
Ciri-ciri paling mudah ditemui adalah
meremehkan Shalat. Ketika kita benar-benar sibuk dan tiba waktunya
shalat, kita cenderung menunda-nunda. Lebih penting kerjaan daripada
shalat. Bahkan yang kebangetan, sampai ngga shalat gara-gara kerjaan.
Atau bisa juga berupa ketidakjujuran dalam berbisnis. Kita menganggap
tidak ada yang tahu kebohongan kita. Itu artinya, kita sudah melupakan
Allah yang selalu mengamati dan mengetahui setiap tindakan kita. Kalau
Anda luoa padanya, Dia pun dengan mudah melupakan Anda.
5. Enggan Bershodaqoh
Shodaqoh itu memiliki beberapa kelebihan jika dilakukan dengan ikhlas.
Menolak “bala” yang datang kepada kita, entah itu berupa penyakit,
musibah, ataupun hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Kalaupun terpaksa
terjadi (karena kehendak Allah), maka skalanya akan menjadi lebih kecil
untuk kita.
Pupuk Kebaikan. Maksudnya dengan kita rajin bershodaqoh, sama
artinya kita menebar pupuk-pupuk kebaikan. Ini nantinya akan menyuburkan
pohon kebaikan dan berujung pada hak kita untuk memetik buah kebaikan
itu sendiri. Bukankah sudah janji Allah bahwa setiap kita bershodaqoh
dengan ikhlas, Alah akan melipatgandakan gantinya untuk kita. Cobalah
dan buktikan sendiri.
Menjadi pelicin turunnya rezeki. Sudah banyak orang sukses yang
merumuskan teori “Makin banyak memberi, makin banyak menerima”.
Keluarkan sebagian harta Anda untuk shodaqoh dan tunggulah, sesungguhnya
akan datang lebih banyak ganti yang dibarikan oleh Allah. Itulah
mengapa orang-orang sukses kelas dunia (Donald Trump, Warren Buffet,
Bill Gates, dll) berlomba-lomba menyumbangkan sebagian harta ataupun
penghasilan dari bisnisnya untuk kegiatan sosial. Dan Anda lihat,
bukannya bangkrut, malah bisnis mereka semakin besar.
semoga coret-coretnya di atas bermanfaatnya bagi kalian sobat.. maaf jika ada tutur kata yang tidak baik. manusia tidaklah sempurna :)
By : Ellis Shoviati Hadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar